Pralokakarya GDM Desa Dawuhan Banyumas

a budi satrio kepala desa melung kedungbanteng mendorong gerakan desa membangun di desa dawuhan banyumas
A Budi Satrio, Kepala Desa Melung, Kedungbanteng
Gerakan Desa Membangun (GDM) di Banyumas terus mendapat sambutan hangat dari desa-desa. Pada 19 Mei 2012, Pemerintah Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas menyelenggarakan pralokakarya untuk penguatan GDM di Banyumas wilayah tengah dan timur.
a budi satrio kepala desa melung kedungbanteng mendorong gerakan desa membangun di desa dawuhan banyumas
A Budi Satrio, Kepala Desa Melung, Kedungbanteng
Gerakan Desa Membangun (GDM) di Banyumas terus mendapat sambutan hangat dari desa-desa. Pada 19 Mei 2012, Pemerintah Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas menyelenggarakan pralokakarya untuk penguatan GDM di Banyumas wilayah tengah dan timur.

Desa Dawuhan merupakan salah satu desa tertua di Banyumas. Di desa ini terdapat banyak situs-situs yang menunjukan Desa Dawuhan sebagai cikal bakal berdirinya Banyumas. Desa Dawuhan terletak 26 Km sebelah selatan Kota Purwokerto (Ibukota Kabupaten Banyumas) dan 4 Km di sebelah barat Kota Kecamatan Banyumas.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pegiat GDM, seperti A Budi Satrio (Kepala Desa Melung), Bayu Setyo Nugroho (Kepala Desa Dermaji), Kodirin (Kadus II Karangnangka), Pradna Paramita (Koordinator Blogger Banyumas), Prianton Subardio (Koordinator BlankOn Banyumas), dan puluhan perwakilan pemerintah desa.

bayu setyo nugroho kepala desa dermaji lumbir banyumas
Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji, Lumbir, Banyumas

Pralokarya ini berlangsung sehari mendiskusikan visi dan misi GDM dan berbagi cerita pengalaman desa-desa yang telah menjadi anggota. Menurut Bayu Setyo Nugroho, GDM merupakan inisiatif kolektif dari desa-desa untuk memperbaiki tata pemerintahan yang baik. Bagi Bayu, pemerintah desa harus menjadi pelopor tata pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Kita tengah bekerjasama dengan para ahli pemrograman komputer untuk membangun sistem pelayanan administrasi, kependudukan, keuangan, dan tata kelola sumber daya desa. Sistem itu akan dipublikasikan pada Juni 2012 dan disebarluaskan secara gratisan,” jelasnya.

Selain itu, GDM penerapan teknologi informasi dan komunikasi berbasis sumber terbuka (open source) sebagai bentuk kemandirian teknologi desa. Warga desa bisa belajar memakai maupun mengembangkan teknologi tersebut secara bebas karena seluruh kode sumber pemrograman terbuka.

“Di masa mendatang, warga desa tak perlu minder. Kita memanfaatkan komputer bukan sekadar sebagai pemakai, tapi sistem ini akan melahirkan para hecker di desa,” tegasnya disambut dengan tepukan peserta.

makam joko kaiman bupati pertama banyumas di desa dawuhan
Makam R. Joko Kaiman, Bupati Pertama Banyumas di Desa Dawuhan
Setelah itu, secara berturut-turut peserta membahas sistem operasi komputer BlankOn, penggunaan situs jejaring sosial, pengelolaan website desa, pelayanan publik yang efektif, dan strategi pengorganisasian pengetahuan dan penyebarluasan informasi desa.

Desa Dawuhan sedang merintis wisata program desa wisata budaya religius. Di Desa Dawuhan terdapat makam bupati Banyumas pertama (R. Joko Kaiman) hingga bupati Banyumas ke 13. Di sana ada makam Margono Djojo Hadikusumo (Pendiri BNI ’46), Dr. Gumbregh (Pendiri Boedi Oetomo 1908). Ada juga makam Mbah Lambak atau sering dikenal sebagai Syekh Abdurrohkman dan Mbah Kalibenig atau Syekh Sayyid Abdullah Faqih. Selain itu, di Kalibening yaitu kadus II Desa Dawuhan terdapat juga Sumur Pasucen atau sumur air barokah.

Desa Dawuhan merupakan salah satu desa tertua di Banyumas. Di desa ini terdapat banyak situs-situs yang menunjukan Desa Dawuhan sebagai cikal bakal berdirinya Banyumas. Desa Dawuhan terletak 26 Km sebelah selatan Kota Purwokerto (Ibukota Kabupaten Banyumas) dan 4 Km di sebelah barat Kota Kecamatan Banyumas.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pegiat GDM, seperti A Budi Satrio (Kepala Desa Melung), Bayu Setyo Nugroho (Kepala Desa Dermaji), Kodirin (Kadus II Karangnangka), Pradna Paramita (Koordinator Blogger Banyumas), Prianton Subardio (Koordinator BlankOn Banyumas), dan puluhan perwakilan pemerintah desa.

bayu setyo nugroho kepala desa dermaji lumbir banyumas
Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji, Lumbir, Banyumas
Pralokarya ini berlangsung sehari mendiskusikan visi dan misi GDM dan berbagi cerita pengalaman desa-desa yang telah menjadi anggota. Menurut Bayu Setyo Nugroho, GDM merupakan inisiatif kolektif dari desa-desa untuk memperbaiki tata pemerintahan yang baik. Bagi Bayu, pemerintah desa harus menjadi pelopor tata pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Kita tengah bekerjasama dengan para ahli pemrograman komputer untuk membangun sistem pelayanan administrasi, kependudukan, keuangan, dan tata kelola sumber daya desa. Sistem itu akan dipublikasikan pada Juni 2012 dan disebarluaskan secara gratisan,” jelasnya.

Selain itu, GDM penerapan teknologi informasi dan komunikasi berbasis sumber terbuka (open source) sebagai bentuk kemandirian teknologi desa. Warga desa bisa belajar memakai maupun mengembangkan teknologi tersebut secara bebas karena seluruh kode sumber pemrograman terbuka.

“Di masa mendatang, warga desa tak perlu minder. Kita memanfaatkan komputer bukan sekadar sebagai pemakai, tapi sistem ini akan melahirkan para hecker di desa,” tegasnya disambut dengan tepukan peserta.

makam joko kaiman bupati pertama banyumas di desa dawuhan
Makam R. Joko Kaiman, Bupati Pertama Banyumas di Desa Dawuhan

Setelah itu, secara berturut-turut peserta membahas sistem operasi komputer BlankOn, penggunaan situs jejaring sosial, pengelolaan website desa, pelayanan publik yang efektif, dan strategi pengorganisasian pengetahuan dan penyebarluasan informasi desa.

Desa Dawuhan sedang merintis wisata program desa wisata budaya religius. Di Desa Dawuhan terdapat makam bupati Banyumas pertama (R. Joko Kaiman) hingga bupati Banyumas ke 13. Di sana ada makam Margono Djojo Hadikusumo (Pendiri BNI ’46), Dr. Gumbregh (Pendiri Boedi Oetomo 1908). Ada juga makam Mbah Lambak atau sering dikenal sebagai Syekh Abdurrohkman dan Mbah Kalibenig atau Syekh Sayyid Abdullah Faqih. Selain itu, di Kalibening yaitu kadus II Desa Dawuhan terdapat juga Sumur Pasucen atau sumur air barokah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *