Desa di Purbalingga Siaga Anti Hoax

IMG_20170204_121317

Puluhan desa di Kabupaten Purbalingga menyatakan siaga atas penyebaran informasi bohong dan fitnah (hoax). Penyebaran informasi hoax dapat menyesatkan penerimanya, sekaligus mampu mengadu domba antar elemen masyarakat. Untuk itu, kegiatan literasi informasi sangat diperlukan oleh masyarakat desa.

Demikian hasil Juguran Desa, Medsos, dan Hukum di Balai Desa Karangtalun, Bobotsari, Purbalingga, Sabtu (4/2) . Acara terselenggara atas kerjasama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Purbalingga, Gedhe Foundation, Gerakan Desa Membangun, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pada acara itu hadir sejumlah narasumber, seperti Mariam F. Barata (Sekretaris Ditjen Aptika), Sumanto (Kasie Pemerintahan Desa Kalibagor), dan para pengembang E-Village. Selain desa, hadir mahasiswa, pelajar, dan peserta dari dinas dan unit pelaksana teknis di Kabupaten Purbalingga. Mereka membahas tentang literasi informasi dan pemanfaatan internet yang produktif dan kreatif.

Mariam F Barata mengatakan pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari setengah jumlah penduduk. APJII (2016) melaporkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 132,7 juta pengguna. Masyarakat perdesaan sudah mulai menikmati akses internet, baik untuk mencari maupun menyebarluaskan informasi.

“Informasi cepat menyebar melalui media sosial maupun website. Ada informasi yang benar, ada juga informasi bohong dan menyesatkan (hoax). Masyarakat desa harus mampu memilah dan memilih informasi yang mereka dapatkan,” ujar Mariam.

Selanjutnya, Mariam F. Barata menjelaskan tips mengidentifikasi informasi hoax dan panduan dalam menyebarluaskan informasi. Baginya, informasi hoax sulit diverifikasi secara faktual karena dasarnya adalah bohong. Bila bertemu dengan informasi hoax, maka sebaiknya kita tak perlu menyebarluaskan kembali, meski informasi itu kita dapatkan dari orang dekat.

“Kalau mau menyebarkan informasi, cobalah bertanya apa manfaat dari informasi itu? Bila tidak ada manfaatnya, sebaiknya kita tak perlu menyebarnya lagi,” jelasnya.

Promosi dan Pemasaran Produk Desa

Pemerintah Desa Kalibagor, Banyumas berbagi pemanfaatan internet di wilayah perdesaan. Sumanto, Kasie Pemerintahan Desa Kalibagor, menceritakan strategi mengelola web desa di http://kalibagor.desa.id sejak 2013. Baginya, web mampu mempromosikan dan memasarkan produk di desanya, seperti payung tradisional, stick drumband, stick es cream, tusuk sate, hingga tongkat pramuka.

“Desa kami rutin diundang dalam festival payung, baik tingkat nasional maupun internasional. Semua itu akibat kami rutin mengunggah perkembangan payung di webdesa,” jelas Manto.

Selain itu, web desa dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan pemerintahan dan kemasyarakat di Desa Kalibagor. Informasi-informasi yang harus dibuka untuk publik dapat diunggah di web sehingga masyarakat dapat mengunduhnya secara bebas.

“Peraturan desa, anggaran pendapatan dan belanja desa, laporan pembangunan, dan kinerja pemerintahan dapat diakses masyarakat melalui web Desa Kalibagor,” lanjutnya.

Bagi Manto, pemanfaatan internet yang baik dapat membawa perubahan mental dan ekonomi masyarakat. Pemerintah desa harus berani menerapkan tata pemerintahan yang baik dan bersih. Dampaknya, tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah desa meningkat.

6 Replies to “Desa di Purbalingga Siaga Anti Hoax

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *