BUM Desa Terkendala Regulasi

Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) terkendala regulasi. Lewat Permendesa No 4 tahun 2015, BUM Desa sebagai lembaga ekonomi perdesaan jatuh dalam platform sektor privat. Regulasi tersebut menjegal cita-cita BUM Desa sebagai lembaga yang bisnis sosial, di mana keuntungan BUM Desa dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat desa.

Pada pasal 8 Permendesa no 4 tahun 2015 disebutkan:

BUM Desa dapat membentuk unit usaha meliputi:
a. Perseroan Terbatas sebagai persekutuan modal, dibentuk berdasarkan perjanjian, dan melakukan kegiatan usaha dengan modal yang sebagian besar dimiliki oleh BUM Desa, sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang Perseroan Terbatas; dan
b. Lembaga Keuangan Mikro dengan andil BUM Desa sebesar 60 (enam puluh) persen, sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang lembaga keuangan mikro.

Keputusan untuk menentukan platform unit usaha di atas menyebabkan kerancuan dengan mandat pendirian BUM Desa dalam UU No 6 tahun 2014 tentang Desa.BUM Desa yang dimandatkan oleh UU Desa sebagai model bisnis sosial berubah menjadi usaha sektor privat.

admin

Admin Desa Membangun

2 Replies to “BUM Desa Terkendala Regulasi

  1. Benar sekali ada ketidak selarasan dan sinergitas antara UU Desa 2014 dgn Permendes No 4 2015, Undang ndang desa arahnya ke social business, sementara Permendes 4 mengarak ke Privatisasi usaha walaupun dusitu tertera bhwa publik hanya bisa memiliki 40% saham, agak membingunkan, namun jalan jeluarnya ke bentuk koperasi juga tdk bisa dijamin berjalan juga bkn jalan keluar,dikarenakan koperasi dimiliki oleh Anggita saja, jadi serba salah. Namun kalau boleh pilih maka saya akan pilih seperti regulasi Permebdes no 4 saja, jalan keluarnya win win solution.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *